Minuman Pencegah Penyakit Wasir | Susu Fortico

January 8th, 2010

minuman-pencegah-penyakit-wasir-susu-forticoBila teman anda, atau saudara anda menderita penyakit Wasir. Insya Allah informasi yang akan saya berikan ini bisa bermanfaat untuk disampaikan kembali kepada orang-orang disekitar anda. Informasi yang Insya Allah akan membantu anda di seputar penyakit wasir. Saya ingin memperkenalkan sebuah minuman yang berkhasiat bisa mencegah penyakit wasir, namanya Susu Fortico. Dan selain penyakit wasir, Susu Fortico juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kolesterol dan stroke.

Susu Fortico ini dijual dalam bentuk kotak isi 20 sachet @15 Gram dengan harga Rp. 285.000, dan apabila anda membeli 2 kotak sekaligus harga per kotak yang kami tawarkan Rp. 240.000

Susu Fortico ini merupakan susu Kolostrum, Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dikeluarkan oleh mamalia ibu setelah melahirkan selama 24-36 jam pertama laktasi.  Kolostrum memasok faktor kekebalan tubuh dan faktor pertumbuhan untuk seluruh kehidupan.  Sejak kolostrum manusia jarang, kita perlu beralih ke alternatif lain seperti kolostrum sapi.

Bahkan, kolostrum sapi aman dan mengandung 4 kali faktor kekebalan tubuh dibandingkan kolostrum manusia.  Suatu jenis rendah laktosa susu bubuk mengandung kolostrum sapi alami.  Sebuah Produk berkualitas dari Selandia Baru yang 100% alami.  Bebas hormon, obat-obatan, antibiotik, bahan pengawet dan bahan kimia. Mengandung Immunoglobulin (Ig) dan memelihara keseimbangan gizi.

Sertifikat Halal dan Pengakuan Badan POM RI dengan No. Register ML 806701001627

Untuk Pemesanan dan informasi JUJUR seputar Susu Fortico

Hub  Ibnu Abbas 0817  007  1721  atau  (021) 430  7105

Alamat: Jl. Lagoa Kanal IIB, Asrama Koterm No. 10 A, Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara 14320.

Baik Buruk Minuman Berenergi | MinumanKesehatan.Com

December 10th, 2009

Sport drink atau minuman berenergi ramai ditawarkan dan dinyatakan bagus karena mengandung cairan, elektrolit dan karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pada dasarnya, ada 3 jenis minuman berenergi yaitu isotonic, hypotonic, dan hypertonic.

Yang pertama, isotonic adalah minuman yang tersusun atas cairan, elektrolit-elektrolit dan 6-8% karbohidrat dalam kadar rendah. Berikutnya adalah hypotonic yang mengandung cairan, elektrolit dan karbohidrat dalam kadar rendah. Dan, yang ketiga adalah hypertonic dengan kadar karbohidrat yang tinggi. Apakah minuman ini benar-benar bagus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang? Dan, jenis manakah yang paling sesuai? Berikut uraiannya untuk Anda.

Isotonic. Minuman ini bisa dengan cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat saat olahraga dan sekaligus menambah persediaan karbohidrat. Minuman ini umumnya menjadi pilihan favorit bagi pelari jarah jauh atau jenis olahraga tim. Glukosa merupakan sumber energi tubuh yang paling mudah, jadi ada baiknya mengonsumsi minuman isotonic yang mengandung 6-8% glukosa.

Hypotonic. Minuman ini juga bisa dengan cepat menggantikan cairan yang hilang melalui keringat. Jenis ini cocok bagi Anda yang memerlukan cairan tanpa perlu tambahan karbohidrat, misalnya olahraga seperti senam.

Hypertonic. Minuman ini digunakan sebagai suplemen karbohidrat harian dan dikonsumsi setelah olahraga untuk menambah simpanan glikogen otot. Jenis ini cocok untuk even-even dengan jarak tempuh yang sangat jauh serta memerlukan banyak energi. Jika dikonsumsi ssaat berolahraga, ada baiknya dipadukan dengan minuman isotonic untuk menggantikan cairan yang hilang.

Klik Untuk Artikel Selengkapnya »

Dokter Didorong Manfaatkan Jamu | MinumanKesehatan.Com

December 9th, 2009

Pemerintah berupaya mendorong para dokter agar ikut memasyarakatkan penggunaan jamu sebagai usaha promotif dan preventif. Untuk itu, diupayakan kerjasama antara peneliti dan tenaga kesehatan, dalam hal ini para dokter.

” Selama ini terkesan para dokter anti kepada jamu. Padahal di negara asia lainnya terbukti kedokteran barat dan timur dapat berdampingan. Apalagi, di Indonesia pemakaian jamu sudah menjadi tradisi, ” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Kesehatan Agus Purwadianto dalam jumpa pers terkait penyelenggaraan Simposium Nasional V Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Selasa (8/12).

Para dokter tersebut, menurut Agus, dapat menggunakan jamu sebagai upaya preventif, promotif, dan rehabilitatif dalam kegiatan praktik pribadi mereka sehari-hari. ”Jamu yang digunakan tentu yang sudah direkomendasikan Balitbang Depkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sudah ada berbagai jenis tanaman obat yang berkhasiat dan terbukti aman, dalam hal ini asli jamu dan bukan fitofarmaka (obat herbal yang telah lulus uji klinik),” ujarnya.

Klik Untuk Artikel Selengkapnya »